Lebaran Yatim Tulungagung: Tas Baru di Hari Istimewa

Sobat Rukun yang budiman, lebaran yatim Tulungagung

Terkadang, seorang anak menanyakan sesuatu kepada kita, dan kita tidak dapat menjawabnya karena kita tidak tahu jawabannya.

Beberapa hari sebelum Lebaran Yatim tulungagung, perayaan 10 Muharram yang kami gelar di Yayasan, dua anak asuh kami, Kevin dan Excel, menghampiri bunda pengasuh mereka. Sambil malu-malu, Kevin berkata,

Bunda tersenyum kaku. Di satu sisi, ia ingin segera memenuhi permintaan itu. Tapi di sisi lain, dana operasional harian belum cukup untuk belanja tambahan.

 cerita Bunda Panti, pengasuh yang selama ini mengurus mereka dengan penuh cinta.

Namun, Sobat Rukun, keajaiban kadang datang lewat tangan-tangan tulus seperti Anda. Tepat di hari pelaksanaan Lebaran Yatim tulungagung, bantuan dari para pejuang kebaikan berdatangan. Sebagian berbentuk uang, sebagian lagi barang.

Di antara paket-paket itu, ada dua tas baru yang tanpa sengaja persis seperti yang Kevin dan Excel idamkan. menerima tas yang diberikan lalu tertawa kecil. “Ini… kayak di mimpiku, Bun,” ucap Excel, sambil memeluk bundanya erat-erat.

Sepanjang acara, mereka terus-menerus tersenyum. Mereka merasakan perhatian dari orang-orang, bahkan tanpa permintaan berulang kali.

Islam memaknai bulan Muharram sebagai syahrullah, bulan Allah yang memiliki banyak keutamaan.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka setiap helai rambut yang diusapnya akan mendatangkan satu kebaikan.” (HR. Ahmad)

Tradisi santunan pada tanggal 10 Muharram menunjukkan bentuk cinta kasih sosial yang dianjurkan. Di banyak negeri Muslim, perayaan ini juga menjadi simbol penguatan solidaritas umat (Kementerian Agama RI, 2024).

Namun di balik semua itu, ada satu kenyataan: Bagi anak-anak yatim, ini bukan sekadar acara. Ini momen di mana mereka merasa disambut seperti keluarga, bukan hanya diberi, tapi didengarkan dan dimanusiakan.

Kisah Kevin dan Excel hanyalah dua dari banyak kisah yang kami saksikan. Ada anak yang menginginkan sepasang sepatu, ada yang berharap mendapatkan seragam baru, dan ada pula yang hanya butuh telinga untuk mendengar isi hati mereka. Berkat Sobat Rukun, anak-anak itu mendapatkan lebih dari yang mereka minta: mereka merasa punya sandaran, tempat berpulang dari sunyinya kehilangan.

Dan mungkin, tanpa kita sadari…

Allah menjawab doa-doa kecil yang mereka panjatkan sambil menatap langit malam melalui niat baik Sobat Rukun yang terus memberi tanpa lelah.

Maukah kita terus menjadi jawaban dari doa-doa itu?

follow for more information www.instagram.com/yarisb_peduli.yatim dan instagram LKSA

Terima kasih Kami keluarga besar YARISB haturkan